Trailer Launching 99 Nama Cinta

October 13, 2019


Hari kamis 10 Oktober kemarin, aku diundang untuk menghadiri trailer launching & press conference 99 Nama Cinta. Berlokasi di Beranda Kitchen, Jakarta Selatan, acara dihadiri oleh teman-temen blogger dan media. Which mean, we got our golden ticket to be the first to know about the movie details, yay!



Ditulis oleh Garin Nugroho (penulis film Kucumbu Tubuh Indahku yang berkesempatan mewakili Indonesia dalam nominasi seleksi Oscar 2020!) dan Disutradari oleh Danial Rifki, film ini bercerita tentang Talia (Acha Septriasa) seorang presenter entertainment 'Bibir Talia' (saingannya Lambe Turah nih kayaknya ya) yang mandiri,ambisius dan menghalalkan segala cara dalam menjalani tugasnya dan Kiblat (Deva Mahenra) ustadz gaul asal Kediri yang tetiba mendatangi Talia disaat dia sedang bermasalah dengan programnya. Keduanya ternyata teman masa kecil yang dimana mempunyai janji yang harus ditepati ketika mereka dewasa kelak. 


Sounds simple ya? tapi biar lebih seru tentunya ditambahkan beberapa bumbu menarik donk seperti munculnya saingan cinta, konflik yang dialami Talia di pekerjaannya, sehingga character development para pemerannya. Semua kebagian, ga semata cuman fokus ke percintaan Talia dan Kiblat.


Film ini memiliki unsur komedi, romansa dan religi jadi satu dan semakin kuat selain karena pemilihan settingan tempat, dan juga karena dukungan pemain-pemain lainnya yang tak kalah terkenal dari kedua pemeran utama seperti, Adinda Thomas, Donny Damara, Chicki Fawzi, dan masih banyak lagi. Menurut MNC TV, film ini akan tayang pada tanggal 14 November mendatang. 


Menariknya kalau bagiku, saat menonton trailer 99 Nama Cinta, nuansa yang diberikan seperti setting tempat, pemilihan lagu sampai nuansa warnanya mengingatkanku pada film korea. Bukan artinya sama, tapi feelnya bikin adem dimata. Coba kalian nonton trailer ini. 

Hal menarik lainnya dan enaknya kalau menghadiri acara press conference, kita jadi lebih mengenal mengenai film dan orang-orang yang terlibat di dalamnya. Sempat dimention beberapa hal seperti Dave Mahenra yang kudu belajar ngaji dan beneran ngaji tanpa voice over. Perannyapun semakin didukun oleh kehadiran santri setempat yang turut membantu menjadi pemeran pembantu. Atau saat di trailer, Chicki Fawzi sempat bilang coklat panas disana enak, katanya, itu beneran dari perkebunan Kediri, asli lokal. Yang seperti ini nih, jadi daya tarik bagiku karena memperkenalkan kearifkan lokal. Nah, gimana nih menurut kalian? sudah cukup penasaran? :)

.
.
.
Thanks for reading and hope it helps. Don't forget to connect with me!

0 comments

Subscribe