Thyroid Journal 04: Lifestyle

October 18, 2019


Sesuai janjiku dipostingan sebelumnya, postingan kali ini aku bakal bahas lifestyle selama Graves Disease ini. Sebenarnya kalau dari dokter sih, larangannya ga banyak. Cuman seafood dan kopi, but being so skeptical, I did some research. Seperti orang pada umumnya, semakin banyak research bisa semakin panik dan bahkan stress. I admitted it, I am. 

Dari beberapa artikel yang telah kubaca, yang paling cocok, masuk akal dan bisa kuterapin yakni dari Healthline. Terutama untuk pola makan. Biasanya artikel dari web ini lebih terjamin daripada web lain (imo). Mengenai makanan, aku sangat sarankan kalian untuk membaca healthline berkali-kali dan terapin yang sekiranya bisa kalian terapkan. Gausah semua, nanti stress, lol. 
Makanan yang ku konsumsi
1. non-iodized salt / garam kurang natrium / no-salt
2. egg whites
3. fresh fruit
4. homemade bread or breads made without salt, dairy, and egg
5. oats

Makanan yang ku hindari
1. Caffeine
2. Seafood
3. Too much salt/MSG
4. Gluten
5. Soy

Point diatas yang sekiranya cocok di aku. Awalnya sih agak stress karena harus menjaga makanana dan kuakui, aku memang extreme karena semenjak Graves Diseases ini aku naik kurang lebih 10kg, karena saat hipertiroidnya memuncak, aku makan terlalu banyak yang dimana, kalau lagi pengobatan biasanya memang dipastikan berat badan akan naik karena metabolismenya turun. But being so ignorant, I don't want it and avoid it as possible as I can, I count my daily intakes. Mari kita skip dulu soal ini, tapi ya intinya aku ga mau la, berat nambah lagi. Berikut dari segi aktifitas yang dimana, ga kalah penting juga dengan pola makan. Malah lebih penting!
---
Aktifitas
1. Meditasi.
Iya, meditasi menenangkan diri, mengosongkan pikiran. Sounds simple tapi tidak semua orang bisa. Dulu, pas jaman SMP-Awal kuliah aku masih rajin meditasi. Kuakui, walau hanya 10menit, 2x seminggu, yang paling berdampak di-aku adalah tidak gampang emosian. Saat ingin memulai kembali, sulit banget loh tenangin diri apalagi kosongin pikiran. Ada aja yang dipikirin entah itu kerjaan ataupun masalah pribadi. Its like I forgot how to slow down.

2. Cardio/HIIT ringan, perlahan mulai membangun stamina.
Dulu jaman SMA mah, disuruh lari keliling lapangan sampai 6 kali kuat. Bahkan 2014 aku sempet rajin ikut gym dan sampai 2017 staminaku tergolong ok karena masih kuat travelling. Nah, 2018 staminaku menurun dikarenakan jarang gerak dan ternyata Hipertiroid menyebabkan lemah sendi, tremor dan nafas pendek. Saat mulai berobat dan olahraga pada Maret/April 2019 aku shok banget! Jangankan jogging dengan treadmill 10menit, jalan cepat 10 menit saja kaki uda lemas dan mati rasa. Pas coba squad 15kali alhasil kaki gemetar dan ga bisa bangun sama sekali! Ini uda mulai berobat loh, gimana kalau belum? 

Sempet down karena kondisiku yang drop banget, banget. Tapi pada jaman ini aku bersyukur dengan adanya group FB dan Youtube, semua bisa kita research termasuk pola olahraga dan mencari kondisi pasien yang serupa. Tiap orang memang berbeda-beda, yang penting konsisten. Pada saat jurnal ini ditulis, kondisinya sekarang aku sudah bisa;
- Squad & Hip Thrust 50x tanpa beban + 50x dengan beban 2kg
- 6 menit jalan pemanasan lalu 7 menit jogging nonstop, diakhiri 2 menit cool down
- dan berbagai latian angkat beban lainnya seperti Lat Pull Down, Arm Extension, Crunches. . .

Yang paling kerasa bedanya ya di Squad dan Jogging!

3. Say goodbye to negativity, do things that make you happy.
Last and the most important part. Tanpa disadari stress sangat berdampak dengan pemulihan. Macam-macam, bisa dari lingkungan teman, kerja, keluarga, tergantung masing-masing orang. Kalau aku sih utamanya keadaan rumah yang berantakan, akhirnya melakukan metode Konmari alias bersih-bersih. Rumah berantakan = Mood berantakan. Aku nekat aja buang dan loakin barangku dan orang tua yang tidak terpakai lagi. Siapa tau kan berguna buat orang lain :).
.
.
.
Thanks for reading and hope it helps. Don't forget to connect with me!

0 comments

Subscribe