Thyroid Journal 03: Progress

May 02, 2019


Hi guys, hope you all stay healthy and fit ya. Ga kerasa sudah mau memasuki bulan puasa dan setelahnya, Ramadhan. Semoga ibadah puasanya lancar-lancar eap. BTW, kapan ya terakhir update blog? Maret ya ternyata. Ya amplop! sampe lupa. Iya, lupa, karena selama April ini aku lumayan fokus buat rubah pola hidup. Maksudnya, aku lebih mendetail dalam beberapa hal seperti bikin schedule untuk ini dan itu, nge-track aktifitas ini dan itu.

Melanjuti postingan pertama tentang Thyroid, iya akhirnya aku memutuskan untuk konsultasi melalui jalur BPJS. Setelah mendapat rujukan dari puskesmas ke Spesialis Penyakit Dalam, darisana langsung diputuskan kalau aku terkena sakit Hyperthyroidism. Kalian boleh Google lebih jelasnya karena ini aja aku baca berkali-kali dan terkadang masih bingung. Intinya Grave Disease / Hyperthyroid ini semacam penyakit Auto-Immune dimana ia menyerang berbagai fungsi hormon tubuh atau bisa juga merusak kalau tidak ditangani. Contohnya, seharusnya berat badanku turun drastis (iya ini memang pernah terjadi) tapi malahan naik hampir 10kg dikarenakan fungsi glukosa ku terganggu. Jadi kurang lebih aku seperti pasien diabetes tapi belum diabetes. Kalau ga dijaga, bisa diabetes beneran tetapi ini bakal ikutan sembuh kalau level tiroidku turun.

Saat awal berobat, setelah diberi obat, aku dianjurkan untuk cepat-cepat cek darah agar dokter tau, kurang lebih harus bagaimana dan juga bahayanya karena aku diberikan obat jantung (dikarenakan detak jantungku lebih tinggi dari orang normal) dikhawatirkan akan terjadi pembengkakkan jantung bila dosisnya tidak sesuai. Waktu itu, obat yang ku konsumsi adalah obat tiroid 1x3 dan jantung 1x2 menjadi 2x3 dan 3x3. Shok ga sih? kayak kesannya 1 hari ga boleh lepas dari obat! But it all makes sense karena ada satu pagi aku skip obat berhub mau berobat dan dibuat emosi oleh sistem rumah sakit, yang ada tensiku naik sampe 150, tangan mulai berkeringat dan mulai gampang kehabisan nafas. Semenjak itu aku ga pernah lagi skip obat.

Berapa lama sih aku berobat via BPJS? 1 Bulan. Start 22 Feb dan konsul terakhirku itu 21 Mar. Selama sebulan aku sudah menjalani 2x tes darah dan hasilnya masih tinggi padahal dosis obatnya uda didouble pada minggu kedua. Akhirnya diputuskan oleh dokter sebaiknya aku kembali lagi setelah 6 bulan konsumsi obat. FYI, Hasil FT4 aku adalah 28.31 pmol/L sedangkan normalnya berkisar 9.01 - 19.05 pmol/L. Nah mulai darisana aku mulai bener-bener fokus buat ngejaga pola hidupku dengan deadline 6 bulan itu. Tiroid ga segampang itu sembuh, karena paling cepet adalah 1,5 tahun tapi semoga dalam 6 bulan ini aku ada perubahan deh.  

BTW, soal cek darah ini awalnya sangat membingungkan. Aku ada 2x cek darah dan ternyata 2x kali itu yang di cek berbeda, satuannya juga berbeda. Pas pertama cek itu T4, kedua kali, FT4. Bikin pecah dunia persilatan aja satuan µg/L dan pmol/L sedangkan katanya yang diakui secara intertional itu ng/dL. Untung jaman semakin canggih, ada website yang bisa bantuin kita convert. Jadi pastikan kalian teliti soal ini nih.

Balik ke soal cek darah, without any further do, ini progress aku sejauh ini:
NRML -- 4.87-11.12 µg/L = 0.7-1.48 ng/dL = 9-19.05 pmol/L
22/02 -- 18.80 µg/L = 3.28 ng/dL = 42.24 pmol/L
21/03 -- 12.59 µg/L = 2.19 ng/dL = 28.31 pmol/L
02/05 -- 4.9 µg/L = 0.86 ng/dL = 11.06 pmol/L

Nah loh, pas bulan May begitu berenti dokter dari akhir Maret pas cek sendiri malah sembuh donk? what kind of miracle is this? senang, sulit dipercaya, dan senang lagi. Awalnya pas mau cek FT4 sendiri aku sempet nanya harus cek TSH apa nga tapi disarankan begitu FT4 mendekati normal baru dicek. Jadi TSH itu kurang lebih sih fungsinya kayak bank hormon tiroid. Untuk normalnya itu sekitar 0.4 to 4.0 mIU/L, punya ku 0.0025! bingung ga bok? Begitu selesai cek FT4 selang 2hari aku langsung cek TSH dengan harapan kembali normal dan tinggal ke dokter, dosis obat diturunin jangan malah ganti obat obat hipertiroid atau apalah itu.

Begitu hasil keluar, ga pake lama aku ke dokter buat konsultasi lagi. Ada satu hal yang aku lupa jelasin dan baru ingat kalau hipertiroid ini salah satu sakitnya, penyebabnya adalah Grave Diseases. Semacem sakit auto-immune. Untuk penjelasan ini sebaiknya kalian google sendiri aja karena penjelasannya lumayan ribet. Tapi, dikarenakan FT4 aku yang sudah kembali normal dan TSHs yang perjuangannya masih jauh banget, akhirnya aku ganti obat dan dosisnya turun jauh. Jadi sehari 1 dan 2 tablet. Awalnya sempet shok, tapi ini merupakan petanda baik (semoga semakin membaik ya).

Nah, ini update mengenai berobat dokter. Next, aku akan update tentang lifestyleku selama pengobatan~ :D
.

.

.

 photo sign_zpso5nm6vdu.png

0 comments

Subscribe