Travel: Tastiest Wagyu in Kobe by La Shomon!

April 25, 2018


Its day 3 of my Japan trip and to be honest gwe males banget buat lanjutin nulis ini entry wong travelnya uda dari 2016 but when I scrolled through my HDD, sayang banget deh kalau resto La Shomon ini ga gwe post. On day 3 we used our Kansai Pass untuk misi the one and only yaitu MAKAN KOBE BEEF!

Honestly since its too pricey I just leave it to Anggi to decide where we should eat and blame Mark Twein. We're here for their lunch set menu. Quiet affordable dan se ga enaknya makanan Jepang ga bakal ampas-ampas banget kan gwe mikirnya, belum lagi ini pernah masuk vlog Mark Twein, bok! (ps: jangan nanya harga karena otak gwe dori banget kalau masalah angka, tapi pastinya worth worth wooooorth banget!)

Menurut gwe letaknya agak dipinggir Kobe sih, dan karena kita pake Kansai Pass dari Kyoto, perjalanannya agak memakan waktu kurang lebih sejam deh. Begitu sampai di stasiun Sanyo-Tarumi, tinggal nyala GPS dan nanya orang sekitar. Cukup deket, kok!

 

Begitu sampai, yah namanya juga 2 orang newbie ye, yang pastinya kita mau pesen dry age beef rekomendasi abang Mark dan set lunchnya. Pas banget, ownernya, Laura Lee baru dateng and since Anggi so friendly in the first place she greet her. Terjadinya kita kongkow ama Laura dan dijelasin berbagai macam. Mulai dari kualitas sapi mereka yang diternak dimana dan bagaimana, restoran yang menjual daging berkualitas harus ada semacam ijin dan certificate seperti diatas. For this time, kita ga coba kobe beefnya karena kebetulan yang kita coba itu wagyu which is, fine no problem. 



Kalau diliat, settingan panggangannya kayak restoran korea ya hehe. Nah untuk bagian masak memasak kebetulan kita dibantu sama Laura dan asistennya biar rasa yang didapet itu enak. Ya sayang juga sih kalau salah masak jadi ga enak kan mubajir. Terutama untuk daging dry agenya. For all those meat, guys, look at the marbling. So gorgeous ampe kita terkagum-kagum dan berkaca-kaca. Ini lebay but this is so true!










See? how beautiful and sexy it is. Kematangannya juga pas banget, the most important part, so chewy, juicy with hint of sweetnes. You guys really should go watch how they cook it on youtube, hear those sizzling voice. Sometimes to be honest it feel so surreal since its my first time!

Oh ya, kita juga dapet bonus. Kalau bahasa indonesianya sih lidah. Coy, cius, bagi kita orang indo yang pernah, suka, ato sering makan lidah pasti tau dong rasanya. Sometimes alot but not for this one. Ini enak banget dan begitu dibumbui, rasanya baur banget.


Dan karena La Shomon suka kedatangan banyak turis, kita diminta untuk tulis kesan dan pesan disebuah note. How cute! while Anggi wrote our opinion I indulged their matcha ice cream to my surprise its so good. Rich in matcha flavour and not so sweet. Wish could take it home :(


Overall I have nice experience there! thanks to Laura and her staff. Definitely gonna come back for the dry age and matcha ice cream. BTW, by the time this post publish Anggi went there again with her mom, super envy!  tiap kali gwe liat ini foto pun langsung terbayang-bayang rasanya T_T . More info on tripadvisor




 photo sign_zpso5nm6vdu.png

0 comments

Subscribe